Melihat Supercomputer AI Paling kecil di Dunia

Posted on

lcclc, NEC diketahui dengan supercomputer berbasiskan processor, diantaranya Earth Simulator. Umumnya, processor NEC diperuntukkan untuk simulasi numerik serta pekerjaan sama.

Belakangan ini, NEC memperlihatkan platform terbaru, SX-Aurora Tsubasa yaitu processor supercomputer untuk mengatasi AI serta Machine Learning.

“Processor vektor dengan pipelining yang lebih kompleks ini, ialah tehnologi yang yang telah dapat dibuktikan semenjak beberapa lalu,” rulis Robbert Emery, penanggung jawab advertensi NEC Corporation.

“Processing vektor dipadukan dengan middleware yang teroptimasi untuk pipelining paralel

dapat turunkan batasan untuk aplikasi AI serta ML yang baru, serta ditata demikian rupa untuk mengakhiri rintangan

yang ditemui sekarang ini, serta di waktu depan saat semua telah terpadu dengan service cloud,” sambungnya.

Platform SX-Aurora Tsubasa AI ini memberikan dukungan peningkatan dengan memakai Python serta TensorFlow, termasuk juga bahasa pemrograman seperti C/C++ serta Fortran.

NEC meluncurkan beberapa versi dari SX-Aurora Tsubasa untuk desktop serta server yang dapat mengatasi FHFL. Versi paling canggihnya adalah Tipe 20 yang mempunyai 10 core pada 1.6GHz serta dihubungkan memory HBM2 48GB.

 

 

Walau perform yang ditawarkan SX-Aurora Tsubasa tidak sehebat GPU punya NVIDIA,

NEC yakini prosesornya masih dapat berkompetisi, khususnya untuk dataset besar yang perlu memory sampai 48GB,

lebih besar dari processor A100 punya NVIDIA yang mempunyai memory 40GB.

Untuk penambahan, NEC SX-Aurora Tsubasa dapat jalankan beban kerja supercomputer pada desktop biasa.

NEC belum meluncurkan berapakah harga yang ditawarkan untuk produk ini, tetapi NEC meluluskan calon konsumen setia untuk ‘mencicipi’ processor ini dengan mengontak NEC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *